Medan — Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Wilayah Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Harlah ke-10 RJI yang dirangkaikan dengan Workshop Tata Kelola Korespondensi Editorial Board Jurnal Ilmiah. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), Jl. Sutomo, selama dua hari, dengan pendekatan pelaksanaan secara hybrid.
Acara ini menghadirkan Pengurus Pusat RJI, yakni Sekretaris Umum Pengurus Pusat RJI, Dr. Yusuf Saefudin, S.H., M.H., sebagai salah satu narasumber utama sekaligus perwakilan pusat organisasi. Dalam sambutan singkatnya, beliau menekankan pentingnya penguatan tata kelola jurnal ilmiah yang adaptif terhadap perkembangan sistem publikasi akademik digital. Ia menyoroti bahwa profesionalisme editorial board menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas dan integritas publikasi ilmiah di Indonesia.
Sementara itu, Pengurus Daerah RJI Sumatera Utara, Tengku Mohd Diansyah, S.T., M.Kom, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RJI dalam meningkatkan kapasitas pengelola jurnal di tingkat regional. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar pengelola jurnal untuk memperkuat ekosistem publikasi ilmiah yang berstandar nasional dan internasional.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 peserta secara luring yang berasal dari pengelola jurnal di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, serta 25 peserta tambahan yang mengikuti melalui platform Zoom. Pelaksanaan hybrid ini menjadi strategi adaptif untuk memperluas jangkauan partisipasi akademisi di tengah kebutuhan efisiensi dan inklusivitas kegiatan ilmiah.
Selain workshop utama, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) antara RJI dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi di Sumatera Utara. Langkah ini menjadi bentuk penguatan kerja sama kelembagaan dalam pengelolaan jurnal ilmiah dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang publikasi.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Rumah Jurnal UIN Sumatera Utara, Rusi Ulfa Hasanah, M.Pd, yang juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas tata kelola jurnal merupakan bagian dari upaya institusi dalam memperkuat reputasi akademik perguruan tinggi.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan uji kompetensi (UKOM) bagi 20 peserta, yang terbagi dalam dua skema sertifikasi, yaitu pengelola jurnal dan pengelola teknologi informasi (IT) jurnal. Uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan standar kemampuan teknis dan manajerial para pengelola jurnal sesuai dengan kebutuhan sistem publikasi ilmiah modern.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini merupakan anggota Pengurus Daerah RJI Sumatera Utara, yaitu Andes Fuady Dharma Harahap, M.Kom dari Universitas Muhammadiyah Padangsidimpuan, serta Suendri, M.Kom dari UIN Sumatera Utara. Keduanya memberikan materi terkait pengelolaan jurnal berbasis sistem digital dan penguatan infrastruktur teknologi informasi dalam manajemen publikasi ilmiah.
Secara keseluruhan, kegiatan Harlah ke-10 RJI Sumatera Utara ini tidak hanya menjadi momentum reflektif perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang penguatan kapasitas dan kolaborasi antar pengelola jurnal di wilayah Sumatera dan Aceh. Implementasi kegiatan hybrid, penandatanganan kerja sama, serta uji kompetensi menjadi indikator nyata bahwa pengelolaan jurnal ilmiah terus bergerak menuju standar yang lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.













