Kegiatan ilmiah bertajuk Research Trends in Language Studies: A Biblimetric Perspective digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan, Sumatera Utara. Acara ini diselenggarakan oleh STIM Sukma Medan bekerja sama dengan ADA Research Center sebagai bagian dari penguatan kapasitas riset dosen. Kegiatan berlangsung di Kampus STIM Sukma Medan yang berlokasi di Jl. Sakti Lubis, Siti Rejo I, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara 20219. Sejumlah dosen dari berbagai bidang ilmu di lingkungan STIM Sukma Medan hadir sebagai peserta utama. Forum ini dirancang untuk memperkenalkan pendekatan bibliometrik dalam kajian bahasa dan linguistik. Topik tersebut dipilih karena relevansinya yang semakin meningkat dalam riset akademik global.
Dua pakar dari Universiti Utara Malaysia hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini yaitu Prof. Ts. Sobihatun Nur Abdul Salam dan Assoc. Prof. Dr. Azliza Othman. Kehadiran akademisi internasional ini memberikan perspektif global bagi dosen STIM Sukma Medan. Materi yang disampaikan mengaitkan tren riset bahasa dengan analisis data publikasi ilmiah. Peserta mendapatkan gambaran bagaimana pola sitasi dan kolaborasi ilmiah dapat dianalisis secara sistematis. Pendekatan ini memperkaya cara pandang peneliti terhadap dinamika keilmuan.
Sesi pemaparan menyoroti bagaimana bibliometrik digunakan untuk memetakan perkembangan penelitian bahasa dari waktu ke waktu. Narasumber menjelaskan teknik dasar dalam mengolah data publikasi menggunakan perangkat lunak analisis. Contoh konkret diberikan untuk menunjukkan bagaimana topik riset dapat diidentifikasi melalui pola kata kunci dan sitasi. Dosen STIM Sukma Medan terlihat aktif mengikuti setiap penjelasan. Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap pendekatan riset berbasis data.
Penulisan ilmiah berbasis bibliometrik disebut sebagai salah satu tren paling berkembang di kalangan peneliti muda. Metode ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi celah riset secara lebih objektif. Dengan analisis kuantitatif terhadap publikasi, arah perkembangan suatu bidang dapat dipetakan secara jelas. Narasumber menekankan bahwa pendekatan ini membantu meningkatkan kualitas dan relevansi penelitian. Bagi peneliti pemula, bibliometrik menjadi alat strategis untuk merancang topik yang tepat. Fakta ini menjadi landasan utama diselenggarakannya kegiatan tersebut.
Kolaborasi antara STIM Sukma Medan dan ADA Research Center menjadi elemen penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kerja sama tersebut mempertemukan kebutuhan lokal dengan keahlian internasional. ADA Research Center berperan dalam menghadirkan jejaring akademik lintas negara. STIM Sukma Medan menyediakan konteks dan komunitas akademik yang siap mengembangkan kapasitas riset. Sinergi ini memperkuat ekosistem penelitian di lingkungan kampus. Model kolaboratif semacam ini dinilai efektif untuk mendorong produktivitas ilmiah.
Para dosen peserta menyambut positif materi yang disampaikan oleh narasumber. Mereka menilai pendekatan bibliometrik membuka cara baru dalam melihat literatur ilmiah. Banyak peserta menyadari bahwa pemetaan riset berbasis data dapat meningkatkan peluang publikasi. Kegiatan ini juga mendorong dosen untuk lebih strategis dalam memilih jurnal dan topik penelitian. Diskusi yang terjadi mencerminkan kebutuhan nyata akan metode riset yang lebih terstruktur. Hal ini menjadi indikasi bahwa transformasi riset di tingkat institusi sedang berlangsung.
Dalam sesi tanya jawab, peserta mengangkat isu terkait penerapan bibliometrik di konteks Indonesia. Narasumber memberikan penjelasan mengenai adaptasi metode tersebut sesuai dengan ketersediaan data dan jurnal lokal. Mereka juga menekankan pentingnya literasi digital bagi peneliti agar mampu mengelola basis data ilmiah. STIM Sukma Medan dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan kajian ini. Dukungan institusi menjadi faktor kunci agar metode baru dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Dialog yang terbentuk memperkaya pemahaman semua pihak.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia. Pertukaran pengetahuan berlangsung dalam suasana yang terbuka dan kolaboratif. Para narasumber menilai bahwa kerja sama lintas negara penting untuk meningkatkan daya saing riset regional. Dosen STIM Sukma Medan mendapatkan akses langsung pada praktik terbaik riset internasional. Hubungan akademik yang terbangun diharapkan berlanjut dalam bentuk kolaborasi penelitian. Ini menjadi nilai tambah strategis dari kegiatan tersebut.

Melalui forum ini, STIM Sukma Medan menegaskan komitmennya dalam mengembangkan riset berbasis data dan metodologi mutakhir. Pendekatan bibliometrik yang diperkenalkan membuka peluang bagi peningkatan kualitas publikasi dosen. Kegiatan ini juga mendorong lahirnya peneliti muda yang lebih adaptif terhadap tren global. Kolaborasi dengan ADA Research Center dan Universiti Utara Malaysia memperluas cakrawala akademik peserta. Dengan fondasi ini, diharapkan produktivitas dan relevansi penelitian akan semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi STIM Sukma Medan di peta riset nasional (m3).













